Persaudaraan Istimewa

posted in: Berita dan Inspirasi | 0

Seperti dongeng, dibuat buat dan cerita yang tidak nyata, namun itu semua terjadi di masa generasi terbaik Islam.

Ada yang berkata, “jika engkau berkenan maka ambillah rumah-rumah kami.”

Ada juga yang mengajukan usul kepada Rasulullah, kiranya beliau sudi untuk membagi Pohon Pohon Kurma mereka.

Bahkan saking istimewanya, ada yang berucap, “Aku memiliki Harta benda yang banyak, kita bagi dua harta tersebut. Dan aku memiliki dua orang istri, lihatlah mana yang engkau suka, akan kuceraikan dan setelah iddahnya selesai silahkan engkau nikahi.”

Tak diragukan lagi, kita pasti terheran heran membacanya, sebegitu kokohnya persaudaraan Muhajirin dan Anshor, tidak pernah kita baca kisah nyata dalam sejarah manusia manapun kecuali Islam.

Yang dibantupun tidak serta merta menggunakan kesempatan untuk mengeruk dan menikmati harta saudaranya, dan bermalas malasan untuk berusaha mandiri. Bahkan mereka takut bila semua pahala diambil saudaranya yang membantunya.

Mereka ada yang menjawab : “Semoga Allah memberkahi harta dan keluargamu, tunjukkanlah jalan ke pasar.”

Ada pula yang jujur berkata : “Wahai Rasulullah kami tidak pernah melihat satu kaum yang kami kunjungi yang lebih baik toleransinya dalam masalah yang kecil, dan lebih baik dalam mencurahkan perhatiannya dalam masalah yang besar dari pada kaum Anshor, mereka telah mencukupi kami dan mengikutsertakan kami dalam pekerjaan mereka, hingga kami khawatir mereka akan mengambil semua pahala..”

Itulah ajaran Islam, membangun masyarakatnya atas dasar cinta kasih dan saling membantu memenuhi kebutuhan bersama.

Kaum mukmin dalam kehidupannya jauh dari sifat egoisme dan monopoli, kehidupan mereka penuh dengan gotong royong dan saling tolong menolong. Meski terkadang ada kerenggangan dan terputus sesaat karena marah, tapi hal itu tidak boleh berlangsung lebih dari tiga hari.

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya sesama muslim lebih dari tiga hari.” (HR. Muslim)

Cerminan iman yang sempurna, sebagaimana Sabda Rasul, “Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yakin akan sabda Rasul, “Barangsiapa membantu memenuhi kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan memenuhi kebutuhannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

“Allah akan senantiasa menolong hambanya selama hambanya tersebut menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).

Ya Allah Ampunilah kami,mudahkanlah kami untuk mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan meniru masyarakat sahabat radhiallahu’anhum.

Dikumpulkan dan dirangkai dari kitab shahih Siroh Nabawiyyah. Dr. Akrom Dhiya’

Abu Abdillah,Lc
Penanggung Jawab Syariah
KAF Semarang

 

Diambil dari: http://kuttabalfatih.com/persaudaraan-istimewa/

Leave a Reply